Mungkinkah saya menyebut diri saya sendiri Motivator?

Motivator berasal dari kata motivasi atau dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivator disematkan adalah orang atau sesuatu yang memberikan dorongan.

Motivator disematkan oleh seseorang terhadap orang atau sesuatu yang membuat dirinya terdorong untuk melakukan sesuatu.

Anak menyebut ayahnya motivator hidupnya, Ayah menyebut anaknya sebagai motivator, Karyawan yang menyebut gaji sebagai motivator, pengusaha yang menyebut pengusaha lain yang lebih sukses sebagai motivator, peserta seminar yang menyebut pembicara publik sebagai motivator, seseorang yang menyebut keinginan untuk sukses sebagai motivatornya.

Intinya adalah, kata motivator atau yang menjadi motivasi seseorang adalah kalimat yang disematkan oleh orang yang “memutuskan” hal tersebut menjadi pendorong atau sumber motivasinya.

Seperti kita ketahui semua tindakan, perasaan, pikiran adalah hasil dari keputusan diri atau individu itu sendiri yang menentukan.

Nah jika saya menyebut diri saya sendiri adalah motivator menurut hemat saya ini merupakan “delusi”.

Saya mengklaim diri saya sebagai seseorang yang menjadi pendorong atau sumber motivasi bagi orang lain yang itu adalah tidak mungkin atau bertentangan dengan keputusan tindakan, pikiran dan sikap adalah keputusan personal.

Betul saya memberikan kata atau kalimat yang dapat menyentuh sumber motivasi orang lain.

Namun tetap keputusan untuk termotivasi atau tidak bukan ada di tangan saya namun ada di tangan orang yang mendengarkan kata atau kalimat saya.

Saya bisa saja berbicara berjam jam kepada anda namun jika anda tidak memutuskan untuk mengambil kata atau kalimat saya sebagai sumber motivasi, anda tetap tidak termotivasi bukan?.

Sebagai pembicara publik, perlahan “Delusi” yang pernah saya alami berkurang seiring semakin banyaknya saya mau terbuka untuk belajar dan menerika kesalahan.

Ya saya pernah mengalami delusi yang menyebut diri saya sendiri adalah Motivator.

Saya pernah beralasan “loh motivator itu kan profesi”.

Ini malah lebih parah lagi.

Saya mengklaim saya ber profesi sebagai sumber motivasi bagi orang lain.

Anda boleh menyebut saya Motivator namum sekarang pantang bagi saya menyebut diri saya sendiri motivator.

Saya tidak dapat memotivasi anda kecuali anda memutuskan untuk termotivasi.

Adang Adha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *