Masalah adalah adanya ketidaksesuaian antara hal yang ideal dengan hal yang terjadi. Ada banyak sekali masalah di dunia ini. Dan sebenarnya ada banyak juga masalah yang bukan masalah atau bukan masalah diri sendiri namun kita permasalahkan.

Apa kriterianya masalah diri?

1. Masalah ini menyangkut hidup anda atau apa yang anda anggap penting.

Ya, masalah diri adalah masalah yang jika masalah ini tidak anda selesaikan. Masalah ini akan mengganggu anda atau apa yang anda anggap penting. Misalnya masalah karir anda, masalah anak perilaku anak anda dan lain sebagainya. Namun ada juga masalah yang sebenarnya adalah masalah yang menyangkut hidupnya namun tidak permasalahkan. Soal makanan yang anda makan, soal perilaku sehat yang harusnya anda lakukan, soal berbuat baik dengan tetangga, soal berkomunikasi efektif di pekerjaan dan masih banyak lagi.

2. Anda mau menyelesaikan masalah ini

Yang kedua, sesuatu dinyatakan menjadi masalah anda jika anda mau menyelesaaikan masalah ini. Hal ini mungkin tidak terkait langsung dengan anda namun anda mau menyelesaikan masalah ini. Misalnya mendamaikan keluarga anda yang sedang bertengkar. Membantu memastikan anak anak yatim atau miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lain sebagainya. Intinya mungkin anda tidak akan terganggu hidupnya kalo masalah ini tidak selesai. Tapi nilai hidup anda membuat anda mau bersusah payah menyelesaikan masalah ini. Banyak orang berteriak mengutuk keras tentang korupsi. Namun juga tidak melakukan apa apa untuk menguranginya. Setidaknya dari diri sendiri dengan tidak mengambil hak orang lain di jalan raya atau mendidik anak untuk antri.

3. Anda punya kemampuan untuk menyelesaikannya.
Yang berikutnya adalah apakah anda memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya atau tidak. Ya ada beberapa masalah yang memang anda tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya. Masalah ini diluar kemampuan anda atau kompetensi anda untuk menyelesaikannya. Misalnya Anda adalah karyawan yang bekerja di Jakarta anda tidak akan diminta untuk mengatasi macetnya Jakarta.
Namun jika anda adalah Gubernur Jakarta anda memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah Jakarta.

Nah seringkali seseorang menjadikan masalah yang bukan masalah dirinya seolah olah menjadi masalahnya.

Mempermasalahkan sebuah masalah yang tidak ada dalam ketiga kriteria masalah tersebut.

Serakah terhadap masalah kalo kata guru saya bilang.

Biasanya orang orang seperti ini lari dari masalahnya yang sebenarnya.

Dan mengalihkan dirinya dengan mempermasalahkan permasalahan yang bukan masalah dirinya.

Misalnya Masalah kemacetan Jakarta bagi seorang karyawan adalah tentu masalah tersendiri.

Namun berapa banyak karyawan yang terlambat masuk kerja dan beralasan Macet?

Ya macet memang masalah, namun apakah karyawan dapat menjadikan macet sebagai alasan yang bukan kompetensinya untuk menyelesaikan macetnya?

Masalah sebenarnya karyawan adalah bangun lebih pagi untuk menghindari macet.

Dan banyak masalah lain yang jika diuji dengan 3 kriteria diatas sebenarnya bukan masalahnya.

Uji masalah anda dengan 3 pertanyaan.

  1. Apakah masalah ini menyangkut diri anda? jika ya ini adalah masalah anda. Jika tidak menyangkut sama sekali maka ini bukan masalah anda.
  2. Apakah anda mau menyelesaikan masalah ini? Jika ya ini adalah masalah anda. Dan jika anda tidak mau berupaya untuk menyelesaikan masalah ini maka ini bukan masalah anda.
  3. Apakah anda memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah ini? Jika tidak maka jangan jadikan ini sebagai masalah anda. kecuali masalah ini menyangkut hidup anda dan anda memiliki keinginan yang kuat untuk menyelesaikannya maka anda perlu melatih kemampuan anda untuk menyelesaikan masalah ini.

Jadi apa masalah saya sebenarnya?

Sudahkah saya menghadapi masalah saya? atau malah mempermasalahkan masalah yang sebenarnya bukan masalah saya?

Apakah siapa yang jadi juara Indonesia Idol adalah masalah saya?