Suatu ketika ada teman saya seorang baru aja jadi pemimpin di sebuah institusi pendidikan yang nanya ke saya.

“Kang saya perlu training nih buat dosen dosen saya”
“Emang masalahnya apa?”
“Ini ada beberapa dosen yang nggak mau banget berkontribusi lebih ke fakultas, selesai kerja langsung aja pulang. kalo diajak jadi panitia acara fakultas nggak mau. Training apa yang cocok ya?”

Dalam hati “wah kesempatan nih ada order training. Saya bisa saja langsung mengajukan pelatihan tentang mindset atau etos kerja dll”Tapi saya tau permasalahan yang dihadapi oleh teman saya ini bisa di intervensi selain dengan cara training.

Cumming dan Worley mengemukakan ada 4 isu intervensi organisasi dan biasanya saya pakai untuk melakukan diagnosa masalah di organisasi.

4 isu ini antara lain

  • Isu Strategis, apakah strategi organisasi sudah tepat dan efektif, apakah produk yang ditawarkan perusahaan sudah menjawab kebutuhan pelanggan, apakah perusahaan sudah memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada pelanggannnya, bagaimana nilai nilai dalam perusahaan sudah memberikan panduan dalam bekerja dan hal strategis lainnya   
  • Isu TECHNOLOGY dan STRUCTURE, apakah bisnis proses yang ada di perusahaan sudah efektif, bagaimana desain pekerjaannya, bagaimana alur komunikasi antar departemen dalam membuat barang atau jasa, teknologi apa yang digunakan dalam menjalankan perusahaan, bagaimana desain organisasinya
  • Isu HUMAN PROCESS, Bagaimana komunikasi antar individu di organisasi, bagaimana pare pemimpin memimpin teamnya, bagaimana antar individu memecahkan masalah bersama, bagaimana sebuah keputusan dibuat di perusahaan bagaimana interaksi antar karyawan di perusahaan.
  • Isu HR, apakah sistem HR sudah sudah tersedia dan berjalan dengan baik, bagaimana sistem pengembangan karyawan, bagaimana rekrutmennya, bagaimana sistem manajemen karirnya, bagaimana sistem manajemen kinerjanya, apakah gaji dan kompensasinya sudah sesuai dan kompetitif, dan isu HR lainnya.

Pelatihan disini hanya salah satu isu intervensi di point no 4 yaitu isu HR. Namun apakah trainng adalah intervensi yang tepat untuk masalah yang dihadapi oleh teman saya ini?

Saya mulai melakukan diagnosa sederhana dengan melakukan wawacanara kepada teman saya ini.

“kepanitiaan acara ini termasuk hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan gak? “iya kan bagian dari pengabdian masyarakat
“Kalo secara jobdescnya mereka diwajibkan gak untuk ikut dalam kepanitiaan ?”
“nggak ada sih”
“mungkin gak dibuat KPI dan jobdesc mereka termasuk jadi panitia acara”
“bisa aja cuma perlu waktu ya. ada saran lain yg bisa dilakukan cepat?”
“oke, udah belum ngajak mereka secara langsung?”
“udah cuma tetep aja mereka nggak mau ikut”
“ngajaknya gimana caranya?”
“ya ngasi pengumuman siapa yg mau ikut kepanitiaan”
“hasilnya?”
“ya itu pada nggak respon”
“terus apa lagi?”
“ngajak langsung juga udah, tapi mereka jadi banyak alesan”
“udah coba belum ngedeketin mereka dulu sebelum ngajak jadi panitia acara?”
“maksudnya?”
“misalnya sebagai pemimpin pernah gak ngajak makan siang bareng, ngasi ucapan selamat ulang taun atau hari spesial, ngerujak bareng, bagi bagi makanan ringan ke mereka?”
“belum sih”
“coba deh deketin mereka dulu. dugaan saya mereka belum “engage” karena pemimpinnya masih belum deket secara emosional ke mereka”
“oke deh gw coba ya”

Nggak lama saya melihat postingan temen saya ini lagi acara makan makan dengan team kerjanya.

Terakhir ketemu beliau cerita kalo beliau menikmati pekerjaannya sebagai pimpinan fakultas walau memutuskan nggak lanjut periode kedua.

Intervensi yang saya sarankan kepada teman saya ini adalah isu intervensi pada poin 3 yaitu Human Process.

Spesifiknya bagaimana pemimpin memimpin dan berkomunikasi dengan teamnya.

Jika diniatkan sebagai sebuah Intervensi organisasi, Perubahan kecil pada perilaku komunikasi pemimpin akan mengubah perilaku bawahannya.

Seringkali intervensi dalam organisasi adalah hal yang murah dan mudah untuk dilakukan namun memberikan efek yang signifikan terhadap perubahan perilaku individu dalam organisasi.

Hanya saja sepertinya kok kalo nggak ribet dan mengeluarkan uang banyak kok nggak kayak konsultan yang pinter ya.

Saya jadi ingat curhatan temen saya seorang motivator yang jadi ngerasa bersalah karena beliau sering memberikan sesi motivasi 2 jam dan merasa nggak berdampak dan hanya buang buang uang aja.

Saya tau kalo rasa bersalahnya teman saya ini dikarenakan ada pandangan kalo training motivasi yang cuma haha hihi itu cuma buang buang uang perusahaan aja.

Saya hanya menjelaskan kepada teman saya ini kalo seminar yang sering beliau bawakan itu mungkin nggak akan berdampak secara langsung ke kompetensi ataupun hal produktif yang terukur lainnya.

Namun jika di analisis dari sisi intervensi yang lain maka seminar yang beliau bawakan itu berdampak pada human process lainnya.

Bisa ketawa ngakak bareng, fun karena banyak games bareng, suasana kebersamaan yang dirasakan dan kurangnya sedikit beban tekanan yang dirasakan ketika bekerja karena seminarnya juga termasuk intervensi yang perlu dilakukan dalam organisasi.

Bahkan memberikan fasilitas kepada karyawan untuk main futsal atau olahraga bersama juga termasuk intervensi perilaku dalam organisasi.

Jadi nggak perlu berkecil hati kalo dapet permintaan dari klien yang isi permintaannya “pak yang fun fun aja ya seminarnya, banyakin games biar seru” yang seolah kok hanya buang buang uang perusahaan aja. Nggak kawan, intervensi perubahan perilaku di organisasi itu sangatlah luas cakupannya dan bukan hanya soal training, coaching, mentoring aja.

Jika anda merencanakan melakukan perubahan perilaku di organisasi anda.

Coba analisa dulu masalah pokoknya di organisasi anda. Dan saran saya jangan buru buru menentukan metode intervensi training yang formal untuk mengatasinya.

Masih banyak saran intervensi perubahan perilaku yang lainnya yang dapat anda lakukan. Anda boleh tanya tanya ke saya soal model intervensinya.

Salam

Adang Adha
Organization Behavior Practitioner

One Response

  1. Min,saya ada pertanyaan
    Gini..
    Apakah setiap perubahan organisasi pasti memakai intervensi? Kalau ya jelaskan dan kalau tidak jelaskan.trmksh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *